Kamis, 04 September 2008

Prosa

Kitab dan Cermin

CERMIN besar itu tergantung di dinding sebelah selatan ruang tamu. Dua bilah kayu hitam mengerucut di atasnya. Dengan letak dan ukuran semacam itu, cermin tersebut serupa pintu gerbang yang setiap saat siap mengantarkan orang ke dunia asing para roh jahat. Saya tengah menatap cermin itu, menebak-nebak jutaan paras manusia yang telah ditelannya, ketika teman saya, sang pemilik rumah, datang membawa tiga kitab kuno beraksara Arab. “Cermin selalu mengingatkan aku pada wajah hantu,” saya menggumam. Ia tidak menghiraukan gumaman saya. Ia berkata seraya menyodorkan tiga kitab yang dipegangnya, “Ini kitab-kitab yang kaucari itu.” Baca selanjutnya

0 komentar:

  © Blogger template 'Isfahan' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP