Prosa
DERAP KAKI RIBUAN KUDA
Zulkarnaen Ishak
-- Mengenang ayahanda alm. Harun Ishak
HARUSKAH AKU -- SEPERTI YANG DIOCEHKAN SOSOK BERSAYAP PUTIH yang rajin menyambangiku di malam-malam ketika mata binatang yang paling awas sekalipun tak sanggup melihat apa-apa -- percaya kepada nujuman? Ataukah kuserahkan saja nasibku kepada belasan pil yang kutenggak setiap menjelang tidur?
Aku tahu, ribuan kuda selalu berderap-derap dalam kepalaku, lalu lenyap tertelan halimun. Mungkin suatu saat aku perlu menunggangi salah satu dari ribuan kuda itu. Memacunya ke tempat-tempat yang tak terjangkau oleh khayalanmu. Tapi sebelumnya, biarkan aku bercerita. Biarkan aku bercerita…. Baca selengkapnya
Aku tahu, ribuan kuda selalu berderap-derap dalam kepalaku, lalu lenyap tertelan halimun. Mungkin suatu saat aku perlu menunggangi salah satu dari ribuan kuda itu. Memacunya ke tempat-tempat yang tak terjangkau oleh khayalanmu. Tapi sebelumnya, biarkan aku bercerita. Biarkan aku bercerita…. Baca selengkapnya
0 komentar:
Posting Komentar