Kamis, 04 September 2008

Prosa

DERAP KAKI RIBUAN KUDA

Zulkarnaen Ishak

-- Mengenang ayahanda alm. Harun Ishak

HARUSKAH AKU -- SEPERTI YANG DIOCEHKAN SOSOK BERSAYAP PUTIH yang rajin menyambangiku di malam-malam ketika mata binatang yang paling awas sekalipun tak sanggup melihat apa-apa -- percaya kepada nujuman? Ataukah kuserahkan saja nasibku kepada belasan pil yang kutenggak setiap menjelang tidur?

Aku tahu, ribuan kuda selalu berderap-derap dalam kepalaku, lalu lenyap tertelan halimun. Mungkin suatu saat aku perlu menunggangi salah satu dari ribuan kuda itu. Memacunya ke tempat-tempat yang tak terjangkau oleh khayalanmu. Tapi sebelumnya, biarkan aku bercerita. Biarkan aku bercerita…. Baca selengkapnya

0 komentar:

  © Blogger template 'Isfahan' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP